Pada 6 November 2025, delapan orang perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melakukan kunjungan resmi ke kantor Asian Productivity Organization (APO) di Tokyo, Jepang. Kunjungan ini dipimpin oleh Perencana Ahli Utama Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Taufik Hanafi, dan disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal APO, Dr. Indra Pradana Singawinata.
APO merupakan organisasi antar pemerintah regional yang bersifat non-politik, nirlaba, dan non-diskriminatif. APO telah berdiri sejak tahun 1961 dan kini memiliki 21 negara anggota di kawasan Asia-Pasifik. Dengan slogan “Prosperity through Productivity”, APO berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Delegasi Indonesia berdiskusi dan membahas berbagai hal strategis terkait peran dan fungsi kelembagaan APO, mulai dari Institutional Role and Function, Governance and Institutional Structure, Knowledge Development and Program Implementation, hingga mekanisme kerja sama yang telah dan dapat dikembangkan bersama Kementerian PPN/Bappenas. Salah satu fokus pembahasan utama adalah peran dan potensi kolaborasi dalam penyusunan National Productivity Master Plan (NPMP) Indonesia 2025-2029.
Dalam visi tahun 2025, APO menegaskan arah pengembangan menuju “inclusive, innovation-led productivity growth in the Asia-Pacific” (pertumbuhan produktivitas yang inklusif dan digerakkan oleh inovasi). Sementara misinya adalah untuk “contribute to the sustainable socioeconomic development of Asia and the Pacific through enhancing productivity”, yaitu berkontribusi terhadap pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas. Hal ini sejalan dengan cita-cita bangsa dalam membangun, meningkatkan serta dalam rangka pemerataan pembangunan nasional.
APO juga menetapkan tiga tujuan utama yang menjadi panduan strategisnya, yaitu “Sustained Productivity Growth” yang berarti mendorong pertumbuhan produktivitas yang berkesinambungan, “Robust Innovation Ecosystem” atau membangun ekosistem inovasi yang tangguh, dan “Inclusive Engagement and Shared Prosperity” dengan maksud untuk memastikan keterlibatan yang inklusif serta pemerataan manfaat kesejahteraan.
Melalui dialog yang intens dan saling melengkapi, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama antara APO dan Kementerian PPN/Bappenas memiliki potensi besar untuk memperkuat kapasitas nasional Indonesia dalam pengembangan kebijakan produktivitas yang inovatif dan berkelanjutan.
Kunjungan ini tidak hanya memperluas pemahaman mengenai praktik terbaik peningkatan produktivitas di tingkat regional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih kuat dalam upaya mewujudkan Indonesia yang produktif, inovatif, dan berdaya saing di kawasan Asia-Pasifik. (YTF)