Program On-the-Job Training (OJT) PPN/BAPPENAS Melalui PUSBINDIKLATREN Tahun 2025 di ADBI Resmi Dimulai

Foto: Opening Ceremony pada kegiatan On-the-Job Training (OJT) di Asian Development Bank Institute (ADBI), Tokyo, Jepang

Pada 6 November 2025, kegiatan On-the-Job Training (OJT) di Asian Development Bank Institute (ADBI), Tokyo, Jepang, resmi dimulai dalam suasana yang sederhana namun penuh makna. Pada dasarnya, Pelatihan OJT ini merupakan bagian dari kegiatan dalam kerangka Nota Kesepahaman (MoU) yang lebih luas antara ADBI dan BAPPENAS. Pembukaan kegiatan (Opening Ceremony) tidak dilakukan dalam bentuk upacara formal, namun dalam bentuk pertemuan sesi diskusi dan pertukaran pendapat yang berlangsung hangat dan informatif. Pada sesi awal tersebut, para peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai profil dan struktur organisasi ADBI, termasuk sejarah pendiriannya, mekanisme pendanaan, serta tingkat kemandirian institusional yang menjadi ciri khas lembaga ini.

Pelatihan OJT ini berlangsung dari tanggal 04 November hingga 07 Desember 2025, sehingga mempunyai waktu yang cukup untuk mengikuti berbagai kegiatan. Mulai dari kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, dilanjutkan dengan mengikuti pelatihan dari ADBI-Stanford Leadership Academy for Development, yang berjudul “Training Program on Public Policy for Infrastructure” (Program pelatihan yang membahas tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin sektor publik saat mereka mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur). Selain itu peserta OJT juga berkesempatan mengikuti Seminar/Conference: 14th Asia Smart City Conference yang diselenggarakan di Yokohama City.

Selama kegiatan pelatihan OJT berlangsung, diselenggarakan juga kegiatan kunjungan dan diskusi bersama tiga belas institusi terkemuka yang beberapa diantaranya bergerak di bidang Think Tank. Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat menambah wawasan peserta OJT mengenai Struktur Kelembagaan dan Tata Kelola, Standar Inti dan Fungsi Strategis, Proses Bisnis dan Mekanisme Operasional di masing-masing lembaga, sehingga berkontribusi di dalam penyusunan rencana pengembangan lembaga think tank sejenis di Indonesia ke depannya, yang dibangun sebagai wujud luaran dari kegiatan pelatihan ini.

Dalam OJT ini, peserta mengunjungi beberapa institusi yang menjadi lokasi kunjungan studi yaitu Asian Productivity Organization (APO), Economic and Social Research Institute (ESRI), Research Institute of Economy, Trade and Industry (RIETI) METI, National Personnel Authority (NPA), Japan International Cooperation Agency Ogata Sadako Research Institute for Peace and Development (JICA Ogata Research Institute), Institute of Developing Economies, Japan External Trade Organization (IDE JETRO), National Institute for Land and Insfrastructure Management, National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST), Japan Internasional Research Center for Agriculture Sciences (JIRCAS), Sasakawa Peace Foundation, dan Economic Research Institute for Asean and East Asia (ERIA).

Saat ini, jaringan kerja sama dan ruang lingkup ADBI semakin meluas. Cakupan kegiatan dan dampaknya terhadap pengembangan kebijakan publik di kawasan Asia menjadi semakin besar dan berdampak. Hal ini menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta OJT untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang ADBI ini.

Dalam pelaksanaan programnya, ADBI memiliki sejumlah tenaga ahli internal, namun juga secara aktif menjalin kemitraan dengan peneliti, lembaga riset, dan akademisi dari berbagai universitas di berbagai Negara termasuk Indonesia. Kolaborasi yang terbuka ini memungkinkan ADBI untuk memperkaya perspektif dalam setiap kajian yang dihasilkan. Dukungan keuangan dari beberapa Negara yang bermitra juga menjadi faktor kuat, menjadikan ADBI sebagai lembaga think tank yang dapat menjalankan programnya secara berkesinambungan dari waktu ke waktu.

Program OJT ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai sejarah, struktur kelembagaan, dan aktivitas utama ADBI sebagai lembaga think tank yang berperan penting dalam mendukung pembangunan dan kebijakan publik. Selain itu, peserta diharapkan dapat mempelajari praktik terbaik, challenge dan mampu merumuskan rekomendasi dalam pengelolaan sumber daya manusia, pendanaan berkelanjutan, dan kemitraan strategis yang menjadi pilar keberhasilan ADBI.

Para peserta diharapkan memperoleh wawasan baru, inspirasi, dan perspektif yang dapat menjadi referensi penting dalam upaya pembentukan lembaga think tank di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan mendorong lahirnya lembaga riset kebijakan nasional yang kredibel, inovatif, dan berdaya saing global. (YTF)