Kunjungan Delegasi Kementerian PPN BAPPENAS ke RIETI METI – Jepang: Menjembatani Riset Global danKebijakan Nasional

Foto: Kunjungan Delegasi Kementerian PPN/Bappenas RIETI METI, di Jepang

Pada 4 Desember 2025, Delegasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan site visit ke ke salah satu lembaga penelitian strategis di Jepang, yaitu Research Institute of Economy, Trade and Industry (RIETI). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai kebijakan ekonomi, perdagangan, industri, serta pembiayaan lingkungan. Kegiatan ini juga bertujuan memperkaya wawasan perencana pembangunan nasional melalui pembelajaran langsung dari lembaga riset internasional.

RIETI adalah sebuah lembaga penelitian kebijakan yang berada di bawah Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI). RIETI didirikan pada tahun 2001 dengan misi menyajikan penelitian teoretis dan empiris yang dapat memaksimalkan sinergi antara riset dan pembuat kebijakan, serta menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy proposals). RIETI dikenal sebagai pusat kajian kebijakan publik berbasis riset yang berfokus pada isu ekonomi makro, industri, perdagangan, inovasi, serta dinamika global. Di tingkat global RIETI telah dikenal sebagai pusat kajian kebijakan berbasis riset berkualitas tinggi.

Pertimbangan yang mendorong RIETI menarik untuk dikunjungi adalah reputasinya sebagai sumber analisis kebijakan ekonomi dan industri. Selain itu, lembaga ini aktif mengangkat isu-isu global yang krusial seperti kestabilan ekonomi, dinamika perdagangan internasional, perubahan teknologi, hingga tantangan iklim dan energi.

Dalam kegiatan site visit tersebut, delegasi Kementerian PPN/Bappenas berkesempatan mendengarkan presentasi yang informatif mengenai profil dan peran RIETI. Pemaparan tersebut juga menyampaikan bagaimana lembaga ini mendukung proses pengambilan kebijakan pemerintah Jepang melalui riset yang kuat serta dialog dengan akademisi, praktisi industri, dan pembuat kebijakan lainnya. Sesi presentasi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang hangat, membuka ruang pertukaran ide seputar berbagai tantangan pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, serta strategi adaptasi terhadap perubahan global.

Lebih dari sekadar kunjungan, agenda site visit dalam kegiatan OJT ini menjadi jembatan pengetahuan antara Indonesia dan komunitas riset global. Delegasi mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana riset kebijakan dapat digunakan secara efektif dalam merancang strategi pembangunan nasional yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berubah.

Dengan mengintegrasikan pengalaman lapangan seperti ini, Kementerian PPN/Bappenas mempersiapkan para perencana pembangunan nasional bukan hanya sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga sebagai pemikir yang mampu berkolaborasi dalam skala global. (YTF)