Delegasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan kunjungan ke Research Institute for Environmental Finance (RIEF). RIEF adalah sebuah lembaga penelitian independen di Jepang yang khusus menyoroti pembiayaan lingkungan, perubahan iklim, energi berkelanjutan, serta kebijakan ekonomi hijau.
RIEF merupakan pusat riset dan advokasi yang bertujuan mendorong peran sektor keuangan dalam transisi menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan. Lembaga non-profit ini meyakini bahwa sistem keuangan global memiliki peran penting untuk tidak hanya mengukur risiko ekonomi, tetapi juga risiko lingkungan dan sosial, serta mendorong tindakan nyata untuk masa depan yang lebih hijau.
Salah satu aspek menarik dari RIEF adalah pendekatannya yang bersifat praktis namun inspiratif. Mereka tidak hanya mempelajari pembiayaan lingkungan dari sudut pandang akademis, tetapi juga menyusun panduan dan rekomendasi konkret bagi sektor keuangan dan pembuat kebijakan. Contohnya seperti pedoman pembiayaan adaptasi iklim untuk memobilisasi modal swasta ke proyek-proyek, yang membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim.
Selain itu, RIEF secara aktif menyediakan platform pembelajaran dan informasi publik. Kegiatan ini termasuk rencana program E-learning lingkungan dan keuangan, untuk membangun kapasitas para profesional dan pemangku kepentingan yang ingin mendalami bidang green finance.
Saat sesi kunjungan berlangsung, delegasi Kementerian PPN/Bappenas berkesempatan mendengarkan paparan tentang bagaimana RIEF melihat peran pasar keuangan dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim. Paparan yang disampaikan termasuk bagaimana instrumen pembiayaan dapat diarahkan untuk proyek energi terbarukan, mitigasi emisi, dan solusi adaptasi terhadap perubahan iklim. Diskusi yang terjadi juga memperluas perspektif mengenai bagaimana kebijakan ekonomi hijau dapat selaras dengan tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui rangkaian site visit ini, delegasi tidak hanya menyerap pengetahuan baru, tetapi juga menguatkan komitmen untuk memadukan riset berkualitas dengan kebijakan strategis. Pengalaman di RIEF diharapkan dapat membantu memperkaya cara pandang perencana pembangunan nasional dalam merancang kebijakan yang tidak hanya efektif, tetapi juga berdaya saing global dan ramah lingkungan. (YTF)