Pelaksanaan Workshop Pengembangan Jejaring Kerja sama Indonesia – Jepang Tahun 2019

Setelah mendulang kesuksesan pada tahun 2018 yang lalu, Workshop Pengembangan Jejaring Kerja sama Indonesia Indonesia dan Jepang kembali dilaksanakan pada tahun 2019 ini. Pelaksanaannya dilakukan di Tokyo tanggal 29 Oktober 2019 bertempat di Kantor Pusat Dentsu dan di Osaka tanggal 31 Oktober 2019 bertempat di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Workshop kali ini kembali mendapatkan sambutan baik dari seluruh peserta kedua belah pihak,  dari pihak Jepang dan Indonesia. Adapun peserta yang mengikuti workshop antara lain karyasiswa Indonesia yang saat ini menempuh program belajar di Jepang, tim dari Bappenas, Pimpinan dan staf Pusbindiklatren, Dentsu Inc. serta perwakilan perusahaan di Jepang. Seluruh peserta dan hadirin yang mengikuti acara workshop memberikan sambutan hangat dan mengapresiasi upaya-upaya terjalinnya komunikasi dan kerjasama bilateral antar kedua negara ini.

Tema yang diangkat kali ini lebih fokus pada empat hal, yakni tentang Smart City, Agriculture, Fishing Industry dan  Disaster Mitigation. Dari proposal karyasiswa yang berjumlah 136 orang, terpilih masing-masing 3 orang karyasiswa yang menyampaikan presentasinya di Tokyo dan 3 orang karyasiswa lainnya menyampaikan presentasi di Osaka. Materi presentasi karyasiswa berkaitan dengan promosi potensi dan sumber daya di daerah karyasiswa masing-masing yang dapat dikembangkan, dibangun dan dikerjasamakan yang masih berhubungan dengan keempat tema yang telah ditetapkan oleh Pusbindiklatren tersebut.

Sementara pihak Dentsu, salah satu icon perusahaan terbesar di Jepang yang menjadi mitra Pusbindiklatren dalam pelaksanaan workshop ini, menghadirkan Prof. Kimura dari Tokyo University of Agriculture (Tokyo Nodai) yang mempresentasikan Information and Communication Technologies-ICT dari sisi Agriculture dan Prof. Toyosaki (Former Short- Term Guest Professor at Keio University) mempresentasikan tentang Smart City. Presentasi dari SEA TECH tentang Fishing Industry dari dari Dentsu sendiri mempresentasikan tentang Disaster Announce System for Disaster Mitigation.

Perusahaan Jepang yang diharapkan sebagai investor di Indonesia dalam kesempatan tersebut menanyakan keterlibatan investor lokal dalam negeri yang memiliki peran dalam memajukan sektor usaha dan dunia industri di daerah serta ada tidaknya kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran investasi baik investor lokal terlebih bila perusahaan di Jepang berminat untuk menanamkan investasinya secara khusus di bidang pertanian dan teknologi. Secara khusus mengenai kebijakan pemerintah, hal ini menjadi perhatian khusus para investor dikarenakan investasi biasanya berlangsung dalam jangka waktu lama dan tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Para investor Jepang juga tidak mau menghambat para investor lokal yang telah memulai merintis sejak awal pembangunan usaha di daerah tersebut.

Bappenas sebagai perencana pembangunan di Indonesia memastikan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya membuka kesempatan kepada para investor secara khusus dari luar negeri untuk melirik beberapa sektor potensial bukan hanya di daerah ibu kota dan kawasan industri saja, akan tetapi di daerah-daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, yang dapat dikembangkan dan dikerjasamakan dan tentunya saling menguntungkan kedua belah pihak.

Semua pihak berharap melalui kegiatan tahunan seperti ini, bisa menjadi awal pembahasan konsep dan rencana kerja sama antara Indonesia dengan Jepang melalui karyasiswa di masa yang akan datang. (YTF)